Tuesday, May 8, 2012

Foto Schwere Panzerspähwagen Sd.Kfz.231 (Sonderkraftfahrzeug 231)

SD.KFZ.231 (6-RAD)

 Dengan menggunakan sasis truk taktis 6-roda sebagai dasarnya, Wa Prüf 6 - Panzer- und Motorisierungsabteilung (Kantor Desain Otomotif Waffenamt) bergerak untuk mulai membangun kendaraan pengintai lapis baja yang dibutuhkan oleh Reichswehr (Angkatan Bersenjata Jerman sebelum Wehrmacht). Hasilnya adalah "keluarga" kendaraan pengintai berat Sd.Kfz.231, Sd.Kfz.232, dan Sd.Kfz.263. Kendaraan produksi pertengahan - seperti halnya Sd.Kfz.231 di atas - dilengkapi dengan senapan mesin yang dipasang di sebelah kanan kanon utama. Kendaraan ini juga mempunyai rol penggulung kecil di bagian depan bawah sebagai pencegah manakala dia tersangkut tak bisa bergerak ketika masuk ke parit - sama fungsinya seperti penggulung di M3A1 milik Amerika Serikat. Di bagian tengah bawah juga dipasang alat rol yang sama untuk mencegah tersangkut di puncak tanjakan saat menempuh jalur off-road


 Anak-anak diberi kesempatan untuk ikut merasakan bagaimana rasanya naik mesin perang Jerman - termasuk sepasang Sd.Kfz.231 - saat sedang berparade melintasi podium kehormatan. Rangka berbentuk bendera di bagian spatbor kendaraan yang berada di depan berguna sebagai dudukan panji warna. Panji warna semacam ini biasanya dipakai saat berlangsungnya latihan perang-perangan


Dalam sebuah upacara yang dilaksanakan pada pagi hari, seorang perwira komandan bersiap-siap untuk menganugerahkan medali pada anakbuahnya. Di latar belakang terparkir sebuah kendaraan lapis baja Sd.Kfz. 231. Kendaraan ini dipersenjatai oleh sebuah kanon KwK 30 20cm. Dia juga mampu membawa radio tambahan serta sebuah antena besar untuk keperluan sandi


  Barisan panzerspähwagen milik Aufklärungs-Abteilung 5 (motorisiert) / 2.Panzer-Division berhenti sebentar untuk beristirahat dalam perjalanan melintasi wilayah pedesaan. Kendaraan tempur terdepan adalah Sd.Kfz.231 (6-Rad) varian awal, sementara di belakangnya berturut-turut adalah Sd.Kfz.221 dan Kfz.13. Yang menarik perhatian adalah lambang identifikasi tidak biasa dari masa sebelum perang yang tertempel di bagian kanan fender depan dari Sd.Kfz.231 (6-Rad). Para anggota kesatuan pengintai bermotor ini semuanya mengenakan Schutzmütze (Baret Panzer) di kepala mereka


 Belum sampai terperosok, tapi jelas-jelas memperlihatkan betapa perlunya penggerak untuk semua roda yang kurang dimiliki oleh kendaraan dari jenis ini! Sd.Kfz.231 milik 2. Panzer-Division di atas berhenti untuk beristirahat di dekat sebuah ranpur empat roda yang dilengkapi dengan antena radio. Foto diambil di Prancis pada tahun 1940. Model spatbor-nya memperlihatkan bahwa kendaraan ini memasang sasis keluaran Bussing-NAG, sementara di kisi-kisi depannya dipasang tambahan beberapa buah tabung asap

-------------------------------------------------------------------------------

SD.KFZ.231 (8-RAD)

  Sebuah grup musik (biasa dinamakan Musikzug alias Peleton Musik) dari Aufklärungs-Abteilung 4 (motorisiert) / 1.Panzer-Division yang melakukan konser di atas "panggung" yang lain dari yang lain: dua buah Schwere Panzerspähwagen Sd.Kfz.231 (8-Rad) yang merupakan salah satu tunggangan utama mereka dalam beroperasi! Foto ini kemungkinan besar diambil selama berlangsungnya "Tag der Wehrmacht" (Hari Angkatan bersenjata Jerman) yang biasanya diselenggarakan pada bulan Maret dan diisi dengan demonstrasi militer di hadapan publik

 Seri Sd.Kfz.231 mempunyai awak 4 orang, kecepatan sampai 85km/jam, serta setir unik di depan dan belakang yang memampukannya jalan maju dan atret (mundur) dengan kecepatan yang sama! Kubah yang dapat diputar penuh dilengkapi dengan senapan mesin MG 34 7,92mm serta meriam kecil 20mm. Pada awalnya, sebuah KwK30 ikut dipasang juga, tapi kemudian digantikan oleh KwK38 bulan Juli 1942. Hal ini menambah rate tembakannya dari 280 peluru menjadi 450 peluru/menit, yang dapat dipakai membabat pasukan infanteri lawan sampai jarak 1200 meter dan juga kendaraan tempur sampai jarak 600-1000 meter. Foto yang diambil di Afrika Utara ini memperlihatkan lima orang prajurit Afrikakorps sedang melihat-melihat salah satu panel mesin samping dari sebuah Schwerer Panzerspähwagen 8-Rad yang dicat warna tropis. Ranpur di atas kelihatannya kotor sekali, dimana debu dan lumpur bertebaran di badannya. Pintu kompartemen tempur di sebelah kanan terhalang oleh kotak sepatu yang dilas di ujung fendernya


Sebuah kendaraan pelopor lapis baja Sd.Kfz.231 bersenjatakan kanon terhenti di depan sebuah barikade yang dibuat secara terburu-buru oleh pasukan Soviet di salah satu jalan sempit yang mengarah ke bagian dalam kota Stalingrad, akhir Oktober 1942. Ranpur satu ini mendapat sentuhan cat dasar abu-abu gelap yang dilapisi oleh pola kamuflase kuning tua di sekujur tubuhnya. Kendaraan semacam ini biasa diberikan kepada batalyon pelopor atau divisi panzer dan infanteri bermotor


 Sampai dengan bulan Februari 1943, delapan roda Panzerspähwagen dilengkapi dengan ban dalam anti peluru yang dapat menutup sendiri. Setiap roda mempunyai as mandiri lengkap dengan per daun serta suspensi karet sehingga memampukan kendaraan untuk menahan beban sampai 8,3 ton. Sd.Kfz.231 didesain untuk mampu menangkal peluru dibawah kaliber 8mm sampai jarak 30m, sementara mesin di bagian samping dan belakangnya dilindungi lapisan baja sampai setebal 10mm (bagian depan, samping dan belakang lainnya berketebalan 8mm, sementara atap dan dek belakang 5mm). Disini kita melihat kendaraan Schwerer Panzerspähwagen produksi akhir, dimana lampu penanda beloknya telah dipindahkan ke bagian fender dan rel pelindungnya ditiadakan. Sd.Kfz.231 di atas dilengkapi dengan penangkal asap yang mulai ditambahkan dari sejak awal tahun 1942. Perhatikan kasa pelindung yang menutupi lampu depannya! Sd.Kfz.233 yang lebih berat mengikuti di belakang


 Karakteristik produksi akhir lainnya adalah ketiadaan pelindung cipratan peluru di atas visor (klep kaca depan). Pelindung semacam ini sudah mulai dihilangkan dari tahun 1939, ketika visor yang lebih sederhana mulai diperkenalkan. Bemper pipa di bagian depan mulai diperkenalkan bulan Juli 1942. Kendaraan satu ini juga tidak mempunyai rel pelindung samping yang kini posisinya ditempati oleh penanda belok (modifikasi 1942 lainnya). Di bagian kiri kubah terdapat dudukan antena (meskipun antenanya nggak ada!), dimana radio turet mulai diperkenalkan tahun 1941. Radio jenis ini hanya khusus antar anggota unit, karena daya pancarnya terbatas cuma sampai 1km. Melihat dari schirmmütze yang dikenakan oleh orang yang nyengir kuya, maka kita bisa mengetahui bahwa Schwerer Panzerspähwagen adalah milik Heer dan bukan SS


Sebuah kendaraan lapis baja Sd.Kfz. 231 milik 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" difoto  dengan puing-puing Caen (Normandia/Prancis) berada di sekelilingnya, bulan Juli 1944. Di latar belakang kita bisa melihat sisa-sisa dari Gereja Saint-Pierre. Kota Caen dihancurkan sehingga hampir tak berbentuk oleh pemboman terus-menerus pihak Sekutu, setelah mereka mendapat kesulitan untuk merebutnya lewat jalur darat. Ironisnya, pemboman tersebut ternyata hanya sia-sia belaka, karena posisi pasukan Jerman sendiri hampir tak tersentuh di perbatasan utara kota!. Dalam upaya melancarkan gerak majunya, pihak Sekutu melancarkan strategi pemboman masif di kota-kota yang terletak di Normandia dan Prancis utara, dimana puluhan ribu warga sipil tak berdosa lah yang menjadi korbannya
 


Sumber :
Buku "Images Of War: Panzer Divisions At War 1939-1945" karya Ian Baxter
Buku "Scouts Out: A History of German Armored Reconnaissance Units in World War II" karya Robert Edwards, Michael H. Pruett dan Michael Olive
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Majalah "Allied-Axis" edisi No.04
Majalah "Allied-Axis" edisi No.15
www.5sswiking.tumblr.com
www.menofwehrmacht.blogspot.com

No comments: