Sunday, August 29, 2010

The Waffen SS: Hitler's Elite Fighting Force (1989)



Eagle Vision Media adalah perusahaan pembuat film-film dokumenter yang mempunyai total 5.000 jam cuplikan film-film bersejarah dalam koleksinya plus 800 jam program yang telah dikeluarkan. Mereka juga terkenal karena kerjasamanya dengan A&E Network, The History Channel, PBS, The Discovery Channel, The Learning Channel dan lain-lain. Prestasi yang telah diraihnya antara lain Piala Emmy untuk kategori produsen film dokumenter, dan pelopor dalam penggunaan grafis 3 dimensi untuk penggambaran lokasi-lokasi bersejarah secara animasi.

Kali ini mereka mengeluarkan film dokumenter yang menceritakan tentang pasukan Hitler paling terkenal, yaitu Waffen-SS. Dari mulai sejarahnya sampai pertempuran-pertempuran yang dilakoninya diceritakan secara tuntas, termasuk juga tuduhan-tuduhan bahwa mereka adalah pelaku dari banyak kejahatan perang. Tidak seperti film dokumenter lainnya, dalam film "The Waffen SS: Hitler's Elite Fighting Force" ini tidak ada cuplikan wawancara, baik dengan veteran perang maupun ahli sejarah. dari awal sampai akhir yang ditampilkan adalah full cuplikan film masa Nazi yang bersejarah, dan membuat betah mata!


Saturday, August 28, 2010

Album Foto Divisi Waffen-SS

1. SS-Panzer-Division Leibstandarte SS Adolf Hitler
2. SS-Panzer-Division Das Reich
3. SS-Panzer-Division Totenkopf
4. SS-Polizei-Panzergrenadier-Division
5. SS-Panzer-Division Wiking
6. SS-Gebirgs-Division Nord
7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division Prinz Eugen
8. SS-Kavallerie-Division Florian Geyer
9. SS-Panzer-Division Hohenstaufen
10. SS-Panzer-Division Frundsberg
11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division Nordland
12. SS-Panzer-Division Hitlerjugend
13. Waffen-Gebirgs-Division der SS Handschar (kroatische Nr. 1)
14. Waffen-Grenadier-Division der SS (ukrainische Nr. 1)
15. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 1)
16. SS-Panzergrenadier-Division Reichsführer-SS
17. SS-Panzergrenadier-Division Götz von Berlichingen
18. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division Horst Wessel
19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2)
20. Waffen-Grenadier-Division der SS (estnische Nr. 1)
21. Waffen-Gebirgs-Division der SS Skanderbeg (albanische Nr. 1)
22. SS-Freiwilligen-Kavallerie-Division Maria Theresia
23. Waffen-Gebirgs-Division der SS Kama (kroatische Nr. 2)
23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division Nederland (niederlandische Nr. 1)
24. Waffen-Gebirgs-(Karstjäger-)Division der SS

25. Waffen-Grenadier-Division der SS Hunyadi (ungarische Nr. 1)
26. Waffen-Grenadier-Division der SS Hungaria (ungarische Nr. 2)
27. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division Langemarck (flämische Nr. 1)
28. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division Wallonien
29. Waffen-Grenadier-Division der SS (russische Nr. 1)
29. Waffen-Grenadier-Division der SS (italienische Nr. 1)
30. Waffen-Grenadier-Division der SS (russische Nr. 2)
30. Waffen-Grenadier-Division der SS (weissruthenische Nr. 1)
31. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division
32. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division 30 Januar
33. Waffen-Kavallerie-Division der SS (ungarnische Nr. 3)
33. Waffen-Grenadier-Division der SS Charlemagne (französische Nr. 1)
34. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division Landstorm Nederland
35. SS- und Polizei-Grenadier-Division
36. Waffen-Grenadier-Division der SS
37. SS-Freiwilligen-Kavallerie-Division Lützow
38. SS-Grenadier-Division Nibelungen
Division z.V.

1. SS-Infanterie-Brigade (motorisiert)
S.S. Sturmbrigade R.O.N.A. (Brigade Kaminski)

Wednesday, August 25, 2010

Generalleutnant Dr.rer.pol. Hermann Hohn (1897-1968), Pahlawan Infanteri Yang Berasal Dari Unit Artileri


Soldbuch milik Hermann Hohn. Bingung juga saya melihat di Soldbuch ini Hohn masih berpangkat Major tapi dalam foto dia sudah berpose sebagai Generalmajor!


Hermann Hohn dengan medali Ritterkreuz. Bila anda perhatikan lebih teliti, medali Ritterkreuz yang tersemat di lehernya merupakan hasil editan dan bukan asli, karena Hohn menerimanya setelah dia berpangkat Oberst (Kolonel), sementara dalam foto ini pangkatnya lebih rendah dari itu. Lagian wajahnya pun masih kelihatan muda banget, yang membuat saya berkeyakinan bahwa ia dibuat pada masa pra Perang Dunia II!


Acara penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern bagi para perwira Heer yang dilangsungkan di Führerhauptquartier di Berghof, Obersalzberg, pada tanggal 24 Februari 1944, Dari kiri ke kanan: Eduard Hauser, Hermann Hohn, Rudolf Kolbeck (setelan bajak laut!), Hans Joachim Kahler, Robert Kästner, dan Walter Mix


Masih dari acara penganugerahan medali yang sama, kali ini Hermann Hohn berjabat tangan langsung dengan sang Führer. Dalam acara ini para perwira Wehrmacht yang dianugerahi medali adalah: General der Artillerie Wend von Wietersheim ( 58 Schw), General der Artillerie Erich Brandenberger (324 EL), General der Artillerie Robert Martinek (388 EL), General der Artillerie Helmuth Weidling ( 408 EL), Generalleutnant Werner Frost ( 407 EL), Generalleutnant Smilo Freiherr von Lüttwitz ( 426 EL), Generalleutnant Eduard Hauser (376 EL), Generalleutnant Dr.Hermann Hohn (410 EL), Oberstleutnant der Reserve Dr.med.dent. Rudolf Kolbeck (403. EL), Oberstleutnant Hans Joachim Kahler ( 355 EL), Major Robert Kästner (401. EL) dan Hauptmann der Reserve Walter Mix (405 EL)


Hermann Hohn dengan medali Eichenlaub. Daftar medali yang dia terima yang diketahui berdasarkan deretan ribbon bar-nya, dari kiri ke kanan: Spange zum EK II. Klasse; Orden vom Zähringer Löwen - Ritterkreuz II. Klasse mit Schwertern; Schlesischer Adler-Orden II. Stufe; Ehrenkreuz für Frontkämpfer, Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse; ???; ???; Medaille zur Erinnerung an den Kreuzzug gegen den Kommunismus Kommunismus


Hermann Hohn memakai seragam kerah terbuka yang biasanya dipakai oleh personil Wehrmacht yang bertugas di Afrika dan Mediterania


Hermann Hohn di lapangan


Hermann Hohn dengan medali Schwertern. Satu set medali Ritterkreuz, Eichenlaub dan Schwerter asli milik Hohn telah dijual oleh Rumah Lelang Andreas Thies pada tanggal 22 November 2008 lalu, dan laku dengan harga 36.900 Euro (termasuk komisi)! Mau lihat seperti apa medalinya? Mencret dah DISINI!


Pita dengan swastika di bawah kerah seragamnya adalah Army Honor Roll Clasp (Ehrenblatt des Heeres), yang dia terima pada tanggal 14 Desember 1942


Jenderal infanteri yang memulai karir di artileri


Tiga buah pedang milik Hermann Hohn yang masing-masing mempunyai ukiran indah di kedua balik bilahnya. Saya suka banget perpaduan tiga warna yang sangat kontras di pedang-pedang ini! Ketiga pedang tersebut mempunyai gagang kepala yang berlainan bentuk, yaitu merpati, singa dan panther


Oleh : Alif Rafik Khan

Hermann Hohn dilahirkan tanggal 11 Oktober 1897 di Renchen/Baden yang terletak di sebelah utara Offenburg. Tanggal 15 Januari 1916, dia bergabung sebagai sukarelawan di 10. Fuß-Artillerie-Regiment, dilanjutkan dengan penugasan di 4. Batterie der Reserveabteilung resimennya dari tanggal 8 Maret 1916 sampai dengan 24 Agustus 1916. Pada hari tersebut, dia dipromosikan menjadi Gefreiter (Kopral) dan menjadi staff di 66. Fuß-Artillerie-Abteilung. Tanggal 14 Oktober 1916 dia dipindahkan ke unit baterai artileri dari 70. Fuß-Artillerie-Regiments, dan tetap di posisinya sampai kenaikan pangkatnya menjadi Unteroffizier (Sersan).

Antara April dan Juni 1917 Hohn mengikuti pelatihan perwira lanjutan di Jüterbog, dan setelah lulus tanggal 21 Juli 1917 langsung ditugaskan di Reserveabteilung dari 16. Fuß-Artillerie-Regiments sampai dengan tanggal 30 Juli 1917. Dari tanggal 21 Agustus sampai 19 November 1917 dia menjadi komandan Kompi Baterai ke-3 dari 32. Fuß-Artillerie-Abteilung, dan disinilah dia mendapat promosi kembali menjadi Leutnant tanggal 20 Oktober 1917. Setelah itu sampai dengan tanggal 25 Mei 1918 Hohn bertugas sebagai staff di 32. Fuß-Artillerie-Abteilung. Setelah itu (lagi bleh!) dia ditugaskan di Fernmeldlehrgang sebagai staff departemen dari tanggal 25 Mei sampai dengan 22 Juli 1918.

Tanggal 18 Desember 1918 Hohn menjalani pelatihan kembali, kali ini di Sekolah Artileri Angkatan Darat (Armee-Artillerie-Schule) di Mauberge. Setelah itu dia ditugaskan sebagai perwira cadangan di 17. Fuß-Artillerie-Regiments sampai dengan 10 Januari 1919. Tanggal 4 April tahun yang sama Hohn menjadi Batterieführer di I. Abteilung yang merupakan bagian dari 16. Fuß-Artillerie-Regiment.

Dalam Perang Dunia Pertama, dia dianugerahi dua kelas Iron Cross.

Bulan Juli 1919, Hohn bertugas di Freiwilligen-Fuß-Artillerie-Abteilung "Dieskau", dilanjutkan dengan menjadi aide-de-camp di staff 6. schweren Artillerie-Regiment Reichswehr sebelum dipindahkan ke 8. Brigade dengan posisi yang bermacam-macam dari tanggal 31 Januari 1920 sampai dengan 31 Desember 1920. Hohn lalu keluar ketentaraan.

Dari bulan April 1922 dia mulai mempelajari ilmu politik di Heidelberg, dan dari tahun 1923 sampai dengan 1929 dia bekerja di bank sebelum dilanjutkan dengan mengikuti sekolah lanjutan dalam bidang perdagangan di Mannheim sampai dengan Oktober 1931. Sampai dengan Februari 1933, Hohn telah berhasil menyelesaikan studinya di tiga buah jurusan yang berbeda sehingga kini di depan namanya dia berhak menyandang gelar Dr.rer.pol., dan di belakang namanya ada embel-embel Alm. (Muodhar dong!)

Tanggal 1 September 1935 dia masuk kembali menjadi tentara dengan pangkat Hauptmann dan bertugas di Infanterie-Regiment Regenburg, yang merupakan cikal bakal dari Infanterie-Regiment 20. Tanggal 15 Oktober dia menjadi komandan kompi ketiga dari Infanterie-Regiment 62, unit baru di Landshut yang anggota-anggotanya kebanyakan diambil dari Infanterie-Regiment 20. Tanggal 6 Oktober 1936 Hohn dipindahkan ke unit yang juga sama-sama baru dibentuk (yaituInfanterie-Regiment 82), yang dilanjutkan dengan penugasan sebagai komandan kompi ketiga di Infanterie-Regiment 74 di Hameln dari tanggal 12 Oktober 1937. Disini pada tanggal 1 Agustus 1938 dia dipromosikan menjadi Major, dan dari tanggal 1 Juli 1939 pindah posisi lagi menjadi Generalkommando di Grenztruppen Eifel, yang pada bulan September 1939 namanya dirubah menjadi AK. Dari tanggal 1 November 1939 dia menjadi ajudan di 72. Infanterie-Division.

Setelah kampanye Jerman yang sukses di Prancis, pada tanggal 1 Desember 1940 dia diangkat sebagai komandan II./IR 105. Masa tugasnya berlanjut sampai dengan 1 Agustus 1941, tanggal yang sama ketika Hohn dipromosikan menjadi Oberstleutnant dan sudah menjadi perwira veteran di Front Timur. Dia telah ikut serta dalam Operasi Barbarossa, kampanye di Krim dan penyerbuan Benteng Sebastopol pada bulan Juni/Juli 1942. Pada tanggal 13 Juli 1942 dia diserahi komando Infanterie-Regiment 124 yang merupakan bagian dari 72. Infanterie-Division. Tanggal 16 Desember 1942 Hohn dipindahkan ke unit lamanya Infanterie-Regiment 105 (yang merupakan bagian dari 9. Armee di Rhzev), kali ini sebagai komandan resimennya langsung.

Tanggal 1 Februari 1943 Hohn dipromosikan menjadi Oberst, yang dilanjutkan dengan penganugerahan Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 17 April tahun yang sama. Atas kepemimpinannya yang brilian sebagai komandan 72. Infanterie-Division dalam pertempuran di "Kantong" Cherkassy dari tanggal 20-27 November 1943, pada tanggal 28 November Hohn dianugerahi Ritterkreuz. Kita kutip apa kata berita Wehrmacht (Wehrmachtbericht) tentang aksinya:

"In diesem Frontabschnitt hat sich die moselländische 72. Infanteriedivision unter Führung von Oberst Hohn zusammen mit Teilen der SS-Panzerdivision "Wiking" und Einheiten der 10. Flakdivision durch vorbildliche kämpferische Haltung in den tagelang hin und her wogenden Kämpfen besonders ausgezeichnet." (Di front depan sektor Moselle, Hohn sebagai Oberst dan komandan Divisi Infanteri ke-72, bersama dengan sebagian dari Divisi Panzer SS 'Wiking' dan unit dari Divisi Anti Serangan Udara ke-10 telah mempertunjukkan contoh keberanian yang mengagumkan dalam pertempuran yang berlangsung selama beberapa hari)

Tentu saja setelah menerima medali tersebut dia tambah semangat berjuang, dan makin gila-gilaan dalam melawan Rusia. Hasilnya bisa ditebak, pada tanggal 1 Maret 1944 dia kembali diganjar dengan Eichenlaub (saat itu pangkatnya sudah naik lagi menjadi Generalmajor). Pada tanggal 26 Mei 1944 Hohn menjadi perwira cadangan di Markas Besar Angkatan Darat. Disini dia menjalani pelatihan lanjutan di 10. Divisionsführerlehrgang.

Antara tanggal 26 Mei dan 1 Juli 1944 dia ditunjuk menjadi komandan 50. Infanterie-Division, yang baru saja dievakuasi dari jepitan pasukan Rusia di medan perang Krimea dan saat ini berada di Perleberg untuk mendapat penyegaran personil dan alat-alat perang baru. Tanggal 1 Juli, Hohn kembali menjadi komandan 72. Infanterie-Division yang menjadi bagian dari Heeresgruppe Nordukraine di wilayah Lviv. Setelah pertempuran sengit di jembatan Baranov, dia dianugerahi Schwertern pada tanggal 31 Oktober 1944.

Aksinya sendiri kembali mendapat sorotan Wehrmachtbericht edisi 19 Agustus 1944:

"In den schweren Abwehrkämpfen im großen Weichselbogen haben sich die unter dem Befehl des Generals der Infanterie Recknagel stehenden fränkisch-sudetendeutsche 88. Infanteriedivision unter Führung von Generalmajor Graf von Rittberg und die hessisch-moselländische 72. Infanteriedivision unter Führung des Generalmajors Hohn durch unerschütterlichen Kampfesmut und kühnes Draufgängertum ausgezeichnet." (Dalam pertempuran defensif yang begitu sulitnya di wilayah Vistula, pasukan Jerman di bawah pimpinan General der Infanterie Hermann Recknagel yang membawahi Divisi Infanteri ke-88, yang anggotanya berasal dari Prancis dan Sudetenland di bawah pimpinan Generalmajor Graf von Rittberg, beserta dengan Divisi Infanteri ke-72 yang anggotanya berasal dari wilayah Hessia-Moselle dengan komandan Generalmajor Hohn, telah memperlihatkan semangat bertempur yang tak tergoyahkan sekaligus keberanian yang mengagumkan).

Tanggal 30 Januari 1945 dia dipromosikan menjadi Generalleutnant dan menjadi komandan XI. AK di Heeresgruppe Mitte. Tanggal 9 Mei 1945 dia menjadi tawanan perang sampai dengan tanggal 23 Februari 1948.

Dr. Hermann Hohn meninggal dunia pada tanggal 13 November 1968 di Ladenburg/Württemberg pada usia 71 tahun.

Medali dan penghargaan:
- RK (2375): am 28.11.1943 als Oberst und stellv. Führer der 72. Infanterie-Division
- EL (410): am 01.03.1944 als Oberst und Führer der 72. Infanterie-Division
- Schw (109): am 31.10.1944 als Generalmajor und Kommandeur der 72. Infanterie-Division
- DKiG: am 17.04.1943 als Oberst und Kommandeur des Infanterie-Regiments 105
- EK I: 31.09.1917
- EK II: 00.03.1919
- Ehrenkreuz für Frontkämpfer
- Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse
- Spange zum EK II: 26.06.1940
- Spange zum EK I: 23.07.1941
- Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
- Verwundetenabzeichen, 1939, in Silber
- Kommandeurkreuz des Kgl. Rumän. Ordens der Krone mit Schwertern
- Kgl. Bulgar. Tapferkeitsorden IV. Klasse
- Nennung im Ehrenblatt des Heeres (1393): am 14.12.1942 als Oberstleutnant und Kommandeur des Infanterie-Regiment 105
- Krimschild
- Wehrmachtbericht: 06.12.1943; 19.08.1944


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com


Monday, August 23, 2010

General der Infanterie Erich Abraham (1895-1971), Jenderal Anti Sabotase Infrastruktur Dan Peralatan Industri!

Oberstleutnant Erich Abraham di hari ketika dia diangkat sebagai komandan sebuah resimen dari Oskar Prinz von Preussen


Erich Abraham memegang senapan bersama dengan pasukannya


Dengan melihat ribbon bar di dada Erich Abraham, kita bisa mengetahui penghargaan apa saja yang telah diraihnya: Spange zum EK II. Klasse; Ostmedaille; Österr. Militärverdienstkreuz III. Klasse mit der Kriegsdekoration; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Balten kreuz II. Klasse; Dienstauszeichnung der Wehrmacht (2); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen; ???; Bulgarische Weltkriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Medaille zur Erinnerung an den Kreuzzug gegen den Kommunismus


Foto Erich Abraham dengan tanda tangan


Medali yang tergantung di sebelah bawah Ritterkreuz adalah Order of the Crown yang dianugerahkan oleh sekutu Jerman dalam penyerbuan ke Uni Soviet, Rumania


Erich Abraham close-up


Erich Abraham memberikan hormat


Erich Abraham bersama dengan pasukannya


Seragam Erich Abraham sebagai Oberst, lengkap dengan Ritterkreuz yang didapatkannya dalam pertempuran di Stalingrad. Ribbon Bar-nya sendiri merupakan kepunyaan dari General der Infanterie Friedrich-August Schack yang mempertahankan Caen, sedangkan Eiserne Kreuz 1. klasse-nya adalah milik Leutnant Tschauke yang merupakan peraih Deutsches Kreuz in Gold


Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Erich Gottfried Abraham
Lahir: 27 Maret 1895 di Marienburg, Ostpreußen (Jerman)
Meninggal: 7 Maret 1971 di Wiesbaden, Hessen (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: -
Nomor keanggotaan SS: -

Beförderungen (Promosi)
6 Desember 1914 Gefreiter
15 Maret 1915 Unteroffizier
12 Mei 1915 Vizefeldwebel und Offiziersaspirant
11 Juli 1915 Leutnant der Reserve
21 Mei 1920 Polizei-Leutnant
14 Juni 1920 Polizei-Oberleutnant
9 September 1920 Charakter als Oberleutnant der Reserve
9 April 1925 Polizei-Hauptmann
20 April 1934 Polizei-Major
15 Oktober 1935 Major
30 September 1938 Oberstleutnant
14 Agustus 1941 Oberst
15 Mei 1943 Generalmajor
20 Maret 1944 Generalleutnant
26 Februari 1945 General der Infanterie

Karriere (Karir)
- 4 Agustus 1914, Memasuki dinas militer sebagai pasukan cadangan
- 4 Agustus 1914 - 12 Agustus 1915, Sukarelawan perang di Infanterie-Regiment Nr.152
- 12 Agustus 1915 - 11 September 1916, Zugführer di Infanterie-Regiment Nr.341
- 19 Agustus 1915 - 6 September 1915, Komandan kompi sementara di Infanterie-Regiment Nr.341
- 29 Februari 1916 - 27 April 1916, Ajudan sementara di I.Bataillon/Infanterie-Regiment Nr.341
- 27 April 1916 - 6 Mei 1916, Komandan kompi sementara di Infanterie-Regiment Nr.341
- 20 Mei 1916 - 11 September 1916, Ajudan sementara di III.Bataillon/Infanterie-Regiment Nr.341
- 11 September 1916 - 13 Februari 1917, Adjudant III.Bataillon/Infanterie-Regiment Nr.341
- 13 Februari 1917 - 29 Juli 1917, Adjudant I.Bataillon/Infanterie-Regiment Nr.341
- 29 Juli 1917 - 25 Januari 1918, Ordonnanzoffizier beim Regimentsstab Infanterie-Regiment Nr.341
- 25 Januari 1918 - 8 Desember 1918,  Ordonnanzoffizier zum Stab der 86. Infanterie-Division
- 8 Desember 1918 - 19 Desember 1918, Kommandant Stabsquartier 86. Infanterie-Division
- 19 Desember 1918 - 15 Juli 1919, Adjudant Freiwilligen-Detachment Drews (nantinya menjadi Freiwilligen Sturmabteilung Thorn)
- 15 Juli 1919 - 4 September 1919, Adjudant II.Bataillon/Freiwilligen-Infanterie-Regiment 21
- 4 September 1919 - 17 November 1919, Regiments-Adjudant Freiwilligen-Infanterie-Regiment 21
- 17 November 1919 - 4 Desember 1919,  Adjudant III.Bataillon/Freiwilligen-Infanterie-Regiment 21
- 4 Desember 1919 - 11 Februari 1920, Ordonnanzoffizier Freiwilligen-Infanterie-Regiment 21
- 11 Februari 1920 - 1 Maret 1920, Regiments-Adjudant Freiwilligen-Infanterie-Regiment 21
- 1 Maret 1920 - 20 Mei 1920, Batallions-Adjutant in der Reichswehr Infanterie-Regiment 109
- 20 Mei 1920, Pensiun dari dinas aktif
- 21 Mei 1920, Memasuki dinas kepolisian
- 21 Mei 1920 - 20 Juni 1921, Bertugas di Polizeipräsidium Stettin
- 20 Juni 1921 - 1 Desember 1925, Hundertschaftführer Landespolizei Stettin
- 20 Agustus 1923 - 20 Desember 1923, Pelatihan kepolisian di Höheren Polizeischule Eiche
- 26 September 1924 - 31 Oktober 1924, Pelatihan tambahan di Preußische Polizeischule für Leibesübungen
- 1 Desember 1925 - 1 Desember 1932, Adjutant für Personalangelegenheiten bei Kommando der Schutzpolizei
- 15 Agustus 1932 - 1 Oktober 1932, Pelatihan kepemimpinan tambahan di Höheren Polizeischule Eiche
- 1 Desember 1932 - 1 Oktober 1933, Adjutant zur Landespolizeiinspektion Charlottenburg
- 1 Oktober 1933 - 31 Maret 1934, Stab der Landespolizeiinspektion Brandenburg-Berlin
- 8 Januari 1934 - 31 Maret 1934, Führerlehrgang B di Höheren Polizeischule Eiche
- 31 Maret 1934 - 1 Juli 1935, Gruppenleiter der Abteilung IIa der Landespolizeiinspektion Brandenburg
- 1 Juli 1935 - 15 Oktober 1935, Bertugas di Lehrbataillon Infanterie-Regiment Paderborn
- 15 Oktober 1935, dipindahkan kembali ke Angkatan Darat
- 15 Oktober 1935 - 6 Oktober 1936, Kompaniechef di Infanterie-Regiment 18
- 6 Oktober 1936 - 27 Februari 1937, Kompaniechef di Infanterie-Regiment 105
- 27 Februari 1937 - 21 November 1939, Führer I.Bataillon/Infanterie-Regiment 105
- 21 November 1939 - 6 April 1940, Führer II.Bataillon/Infanterie-Regiment 266
- 29 Maret 1940 - 22 April 1942, Kommandeur Infanterie-Regiment 230
- 1 April 1942 - 27 Juni 1942, Führer-Reserve
- 6 Juni 1942 - 20 November 1942, Kommandeur Infanterie-Regiment 230 (dari tanggal 12 November 1942 berubah menjadi Fusilier-Regiment 230)
- 7 November 1942 - 13 Februari 1943, Führer-Reserve OKH
- 15 Januari 1943 - 30 April 1943, Kommandeur der Schule II für Officer Aspiranten der Infanterie, Wiener Neustadt
- 22 Februari 1943 - 20 Maret 1943, Mengikuti Divisions-Führer-Lehrgang di Berlin
- 1 April 1943 - 13 Juli 1943, Diserahi jabatan sebagai Komandan pengganti 76. Infanterie-Division
- 13 Juli 1943 - 21 Agustus 1944, Kommandeur 76. Infanterie-Division
- 1 Agustus 1944 - 21 Agustus 1944, Kommandierender General VI.Armeekorps Rumania
- 21 Agustus 1944 - 6 September 1944, Chef Korps-Stabs "Abraham"
- 24 Agustus 1944 - 30 September 1944, Lehrgang für die Kommandierenden Generäle di Hirschberg
- 6 September 1944 - 14 September 1944, Führer-Reserve
- 14 September 1944 - 27 September 1944, Kommandeur Gruppe "Abraham" (terdiri dari 46. Infanterie-Division dan 2. Ersatz-Division Hungaria)
- 27 September 1944 - 11 Oktober 1944, Kommandeur 76. Infanterie-Division
- 11 Oktober 1944 - 21 Oktober 1944, Kommandeur Gruppe "Abraham" (terdiri dari 76. Infanterie-Division, 12. Ersatz-Division Hungaria dan Kommandant Großwardein Hungaria)
- 21 Oktober 1944 - 13 Desember 1944, Führer-Reserve
- 13 Desember 1944 - 17 Desember 1944, Komandan sementara LXIII Armeekorps
- 17 Desember 1944 - 26 Februari 1945, Komandan pengganti LXIII Armeekorps
- 26 Februari 1945 - 8 Mei 1945, Kommandierender-General LXIII Armeekorps
- 8 Mei 1945 - 17 Agustus 1947, dalam penahanan sebagai tawanan perang
- 17 Agustus 1947, dibebaskan

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
k.u.k. Österr. Militärverdienstkreuz III. Klasse mit der Kriegsdekoration (20 Maret 1917)
Kgl. Italien. Silberne Tapferkeitsmedaille
1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (2 September 1914)
1914 Eisernes Kreuz I. Klasse (27 Juni 1917)
Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse (2 Oktober 1936)
Dienstauszeichnung der Wehrmacht III. Klasse
(2 Oktober 1936) 
Dienstauszeichnung der Wehrmacht II. Klasse (2 Oktober 1936)
Dienstauszeichnung der Wehrmacht I. Klasse
Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen

1939 Spange zum Eisernen Kreuzes II. Klasse 1914 (10 Mei 1940)
1939 Spange zum Eisernen Kreuzes I. Klasse 1914 (21 Juni 1940)
Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42"
Infanterie Sturmabzeichen in Silber (3 Juni 1943)
Ehrenkreuz für Frontkämpfer
Kommandeurkreuz des Kgl. Rumän. Ordens der Krone mit Schwertern (22 Juni 1942)
Deutsches Kreuz in Gold #86/3 (7 Maret 1942) sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 230.
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1311 (13 November 1942) sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 230/76.Infanterie-Division atas prestasinya dalam mempertahankan ngarai Kotluban.
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #516th (26 Juni 1944) sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 76. Infanterie-Division.


***************************************************

Erich Gottfried Abraham dilahirkan di Marienburg, Prusia Barat, pada tanggal 27 Maret 1895 dan merupakan anak dari seorang pejabat lokal. Dia mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di Angkatan Darat Jerman pada tanggal 4 Agustus 1914. Pada tanggal 11 Juli 1915 Abraham sudah berpangkat Leutnant der Reserve dan bertugas di Infanterie-Regiment 341. Pada tanggal 20 Mei 1920 dia meninggalkan ketentaraan dengan pangkat terakhir Oberleutnant. Keesokan harinya dia bergabung dengan departemen kepolisian di Stettin, Jerman. Karirnya di kepolisian berakhir pada tanggal 15 Oktober 1935 ketika dia memutuskan untuk balik kembali menjadi tentara dengan pangkat terakhir polisi sebagai Major (yang diteruskannya di militer).

Tahun berikutnya Abraham sudah diserahi kepercayaan sebagai pimpinan kompi, yang diikuti dengan pimpinan batalion bulan Februari 1937. Pada bulan Maret 1940 dia sudah berpangkat Oberstleutnant. Setelah kampanye Jerman di Barat yang berakhir dengan kesuksesan, dia dinaikkan lagi pangkatnya menjadi Generalmajor. Tanggal 7 Maret 1942 Abraham dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold atas jasa-jasanya di Front Timur. Tanggal 13 November 1942 dia dianugerahi Ritterkreuz, yang disusul dengan Eichenlaub pada tanggal 26 Juni 1944.

Tanggal 1 April 1943 dia ditunjuk menjadi komandan 76. Infanterie-Division, dan bulan Agustus 1944 dia sudah "bermain" di level korps. Setelah masa tugas di Rusia, dia dipindahkan ke Front Barat, tepatnya di wilayah Ruhr, dan menjadi komandan dari LXIII Armeekorps. Dengan mengandalkan pengaruhnya, Abraham berhasil mencegah penghancuran dan sabotase yang tidak perlu atas infrastruktur dan peralatan industri Jerman. Dia ditangkap oleh Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945, dan tetap dipenjara sampai dibebaskannya pada bulan Agustus 1947.

Erich Abraham meninggal dunia pada tanggal 7 Maret 1971 di Wiesbaden, Hesse, dalam usianya yang ke-75 tahun.



Sumber :
www.de.wikipedia.org
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2db.com

Daftar Peraih Penghargaan

  1. Daftar Peraih Ritterkreuz - A (117 orang)
  2. Daftar Peraih Ritterkreuz - B (723 orang)
  3. Daftar Peraih Ritterkreuz - C (83 orang)
  4. Daftar Peraih Ritterkreuz -D (239 orang)
  5. Daftar Peraih Ritterkreuz -E (188 orang)
  6. Daftar Peraih Ritterkreuz -F (280 orang)
  7. Daftar Peraih Ritterkreuz -G (379 orang)
  8. Daftar Peraih Ritterkreuz -H (661 orang)
  9. Daftar Peraih Ritterkreuz -I (26 orang)
  10. Daftar Peraih Ritterkreuz -J (142 orang)
  11. Daftar Peraih Ritterkreuz -K (428 orang)
  12. Daftar Peraih Ritterkreuz -L (386 orang)
  13. Daftar Peraih Ritterkreuz -M (457 orang)
  14. Daftar Peraih Ritterkreuz -N (145 orang)
  15. Daftar Peraih Ritterkreuz -O (82 orang)
  16. Daftar Peraih Ritterkreuz -P (324 orang)
  17. Daftar Peraih Ritterkreuz -Q (7 orang)
  18. Daftar Peraih Ritterkreuz -R (447 orang)
  19. Daftar Peraih Ritterkreuz -S (1061 orang)
  20. Daftar Peraih Ritterkreuz -T (182 orang)
  21. Daftar Peraih Ritterkreuz -U (32 orang)
  22. Daftar Peraih Ritterkreuz -V (92 orang)
  23. Daftar Peraih Ritterkreuz -W (446 orang)
  24. Daftar Peraih Ritterkreuz -X (1 orang)
  25. Daftar Peraih Ritterkreuz -Z (103 orang)
  26. Daftar Peraih Eichenlaub - 1940 (1-7)
  27. Daftar Peraih Eichenlaub - 1941 (8-57)
  28. Daftar Peraih Eichenlaub - 1942 (58-168)
  29. Daftar Peraih Eichenlaub - 1943 (169-360)
  30. Daftar Peraih Eichenlaub - 1944 (361-688)
  31. Daftar Peraih Eichenlaub - 1945 (689-882)
  32. Daftar Peraih Schwertern (159 orang)
  33. Daftar Peraih Brillanten (27 orang)
  34. Daftar Peraih Goldenem Eichenlaub (1 orang)
  35. Daftar peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Bulge
  36. Daftar peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Kharkov
  37. Daftar peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Kursk
  38. Daftar peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Narvik
  39. Daftar peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Rzhev
  40. Daftar Peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Stalingrad
  41. Daftar peraih Ritterkreuz dalam Unternehmen Fall Gelb
  42. Daftar peraih Ritterkreuz dari Afrikakorps (Front Afrika Utara)
  43. Daftar Peraih Ritterkreuz dari Aufklärerflieger (Penerbang Intai) 
  44. Daftar Peraih Ritterkreuz dari Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung)
  45. Daftar Peraih Ritterkreuz dari Flak (Artileri Anti Pesawat Udara)
  46. Daftar Peraih Ritterkreuz dari SA (Sturmabteilung) 
  47. Daftar Peraih Ritterkreuz dari Sanitäter (Korps Medis)
  48. Daftar peraih Ritterkreuz dari U-bootwaffe (Pasukan U-boat)
  49. Daftar Peraih Ritterkreuz berkebangsaan asing
  50. Daftar Peraih Ritterkreuz dari Kalangan Prajurit
  51. Daftar Peraih Ritterkreuz yang "Diragukan"
  52. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Gold dari Heer (14.637 orang)
  53. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Gold dari Kriegsmarine (1.481 orang)
  54. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Gold dari Luftwaffe (7.248 orang)
  55. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Gold dari Waffen-SS (822 orang)
  56. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Gold dan Silber dari Gebirgsjäger
  57. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Silber (1.115 orang)
  58. Daftar peraih Deutsches Kreuz in Silber dari SS & Polizei (82 orang)
  59. Daftar peraih ganda Deutsches Kreuz in Gold dan Silber (12 orang)
  60. Daftar peraih Ehrenpokal der Luftwaffe
  61. Daftar peraih Nahkampfspange in Gold (655 orang)
  62. Daftar Generale dan Admirale peraih Goldenes Parteiabzeichen
  63. Daftar Peraih Panzerkampfabzeichen stufe 25, 50, 75 dan 100
  64. Daftar Peraih Panzervernichtungsabzeichen
  65. Daftar Wanita Peraih Iron Cross
  66. Daftar Peraih Coburg Badge
  67. Daftar Peraih Pour le Mérite
  68. Daftar peraih medali bergengsi yang masih mempunyai hubungan darah
  69. Daftar peraih penghargaan dari 332. Infanterie-Division
  70. Daftar peraih penghargaan dari 2. Panzer-Division
  71. Daftar peraih penghargaan dari 4. Panzer-Division
  72. Daftar peraih penghargaan dari 5. Panzer-Division
  73. Daftar peraih penghargaan dari 15. Panzer-Division
  74. Daftar peraih penghargaan dari 1. SS-Panzer-Division "LSSAH"
  75. Daftar peraih penghargaan dari 2. SS-Panzer-Division "Das Reich"
  76. Daftar peraih penghargaan dari 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf"
  77. Daftar peraih penghargaan dari 5. SS-Panzer-Division "Wiking"
  78. Daftar peraih penghargaan dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"
  79. Daftar peraih penghargaan dari Ost-Bataillonen

Gebirgsjäger, Pasukan Gunung Nazi Jerman

Kartu pos propaganda Jerman yang memperlihatkan petugas jaga Gebirgsjäger bersama tawanan Inggrisnya setelah Pertempuran Kreta berakhir. Gambar di sebelah tulisan "Kreta" adalah gambar keledai yang merupakan transportasi andalan Gebirgsjäger dalam aksi mereka di gunung-gunung terjal yang tak dapat dilalui kendaraan biasa


Seorang anggota Gebirgsjäger dari 1. Gebirgsdivision. Perhatikan kancing di topinya yang bergambar Edelweiss!


Topi gunung (Bergmütze) M43 abu-abu Jerman dengan lambang Edelweiss di bagian samping dan terbuat dari bahan wol. Biasanya topi berpenampilan "sederhana" ini digunakan oleh prajurit rendahan dan bukan perwira


Patroli Gebirgsjäger sedang beristirahat di pegunungan bersalju selama berlangsungnya pertempuran di Kaukasus (22 Desember 1942)


Oleh : Alif Rafik Khan

Gebirgsjäger, yang arti harfiahnya adalah Pemburu Gunung, merupakan sebutan Jerman untuk pasukan infanteri gunung. Kata Pemburu (Jäger) itu sendiri merupakan nama tradisional Jerman untuk menyebut pasukan senapan (kadangkala tertukar dengan pasukan pelopor atau infanteri ringan, yang dikenal dengan nama Fusilier di Jerman). Infanteri Gunung Austria mempunyai akarnya di tiga resimen "Landesschützen" zaman Kekaisaran Austro-Hungaria, sementara Infanteri Gunung Jerman merupakan penerus tradisi Alpenkorps (Korps Alpine) zaman Perang Dunia I. Baik Infanteri Gunung Jerman maupun Austria, kedua-duanya mempunyai kesamaan dalam hal lambang bunga Edelweiss (Jerman: Edelweiß). Lambang ini mula pertama dikenalkan oleh Kaisar Franz Joseph dari Austro-Hungaria pada tahun 1907 dan disematkan sebagai simbol resimen-resimen Landesschützen. Pasukan ini memakai Edelweiss mereka di bagian kerah seragamnya. Ketika Alpenkorps Jerman datang membantu Landesschützen dalam mempertahankan wilayah perbatasan selatan Austro-Hungaria dari serangan Italia bulan Mei 1915, Landesschützen menyatakan rasa terimakasihnya dengan menganugerahi para anggota Alpenkorps lambang kehormatan mereka : Edelweiss.

Pada masa Perang Dunia II Wehrmacht dan Waffen-SS membentuk unit-unit Infanteri Gunung mereka sendiri.

Korps penuh dibentuk di Norwegia pada tahun 1941. Divisi-divisinya biasanya dipersenjatai ringan saja, dengan alat transportasi kebanyakan menggunakan keledai! Meskipun Gebirgsjäger dilengkapi dengan senjata otomatis yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan infanteri biasa, tapi kru senapan mesin MG34 atau MG42 mereka biasanya justru mendapat amunisi yang lebih banyak. Kita biasanya mengenali pasukan gunung ini dengan mudahnya, hanya dengan melihat lambang Edelweiss di lengan atau topi mereka.

Gebirgsjäger berpartisipasi di banyak pertempuran dalam Perang Dunia II, termasuk Operasi Weserübung, Operasi Silber Fuchs, Operasi Platin Fuchs dan Operasi Arktis Fuchs, operasi-operasi di Kaukasus, Gothic Line, invasi pulau Kreta dan pertempuran di wilayah Vosges di Prancis.

Para sniper terkenal Wehrmacht seperti Matthäus Hetzenauer dan Josef "Sepp" Allerberger berasal dari unit Gebirgsjäger yang beroperasi di Front Timur.


Sumber :
www.en.wikipedia.com
www.oakleafmilitaria.com
www.wehrmacht-awards.com


Sunday, August 22, 2010

Generalleutnant Theodor Scherer (1889-1951), Jenderal Yang Dua Kali Dikepung Musuh!

Foto Theodor Scherer sebelum dan sesudah diwarnai secara digital oleh Larrister



Theodor Scherer berdiri dengan latar belakang sebuah bangunan bersama dengan seorang perwira lainnya selama berlangsungnya pengepungan Rusia di Cholm. Disini terlihat bahwa di leher sang jenderal sudah tergantung Ritterkreuz, yang berarti bahwa foto ini diambil pada periode Februari-Mei 1942

Seperti halnya Erwin Rommel, Theodor Scherer adalah jenderal yang tidak segan-segan untuk membantu anak buahnya yang sedang berada dalam kesulitan, seperti yang terlihat dalam foto di atas. Scherer, sambil santai mencangklong pipa lepus, mengobati prajuritnya yang terluka dengan dibantu oleh seorang Gefreiter. Tempatnya adalah di Cholm awal tahun 1942, dan foto ini diambil oleh Kriegsberichter Richard Muck

Theodor Scherer bersama dengan salah seorang perwiranya di Cholm

Acara pembagian zakat eh medali untuk prajurit-prajurit Jerman yang memperlihatkan heroisme dalam pengepungan Cholm. Theodor Scherer memberikan langsung medali tersebut (kemungkinan besar Eiserne Kreuzes) dengan dibantu oleh perwira jangkung badag yang nongol di foto sebelumnya. Di latar belakang tampak puing-puing bangunan di Cholm yang merupakan hasil dari pengeboman terus menerus dari pihak Rusia yang mengepung


Theodor scherer mengalungkan Ritterkreuz ke leher Regimentsstabesoberstleutnant Johannes Manitius (komandan Infanterie-Regiment 386) tanggal 3 April 1942. Lokasi upacara adalah di depan sebuah bunker, dan waktu itu unit Kampfgruppe Scherer masih dalam keadaan terkepung oleh pasukan Rusia serta terisolasi dari unit Wehrmacht lainnya sehingga empat orang pahlawan yang meraih Ritterkreuz di dalam tubuh Kampfgruppe tersebut mendapatkan medali mereka dari kiriman udara yang dijatuhkan oleh pesawat terbang!


Generalleutnant Theodor Scherer mengenakan Cholmschild di lengan kirinya yang dia dapatkan pada tanggal 1 Juli 1942. Pada bulan Oktober 1941, Scherer mengambil alih komando 281. Sicherungs-Division yang bermarkas di Kholm, Novgorod Oblast (Uni Soviet). Sicherungs-Division (Divisi Keamanan) sendiri bukanlah unit tempur yang tugasnya di front terdepan pertempuran, melainkan beroperasi di garis belakang untuk mengeliminasi perlawanan yang diorganisasi oleh gerilyawan, Partisan, Yahudi, atau para penyusup lainnya. Pada bulan Januari 1942, divisi tersebut - bersama dengan beberapa unit kepolisian serta Wehrmacht lainnya - terkepung oleh Tentara Merah, dan baru bisa dibebaskan pada tanggal 5 Mei 1942. Selama periode tersebut, Scherer dan anakbuahnya menolak untuk menyerah dan selalu berhasil dalam menghancurkan setiap upaya terobosan yang dilakukan oleh musuh. Atas kegigihannya dalam bertahan di Kantong Kholm, Scherer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Februari 1942


Theodor Scherer bersama dengan Polizei-Rotwachtmeister Schlimmer (kanan) dari Reserve-Polizei-Bataillon 65 yang merancang desain Cholm Shield


 
Theodor Scherer bersama dengan pasukannya


Selain sebagai polisi, Schlimmer juga merupakan seorang seniman yang berbakat (makanya dia ditunjuk sebagai perancang Cholm Shield juga!). Salah satu contoh hasil karyanya adalah sketsa dari Theodor Scherer di atas


Theodor Scherer sebagai Generalmajor (setingkat Brigadir Jenderal kalau di Indonesia)


Theodor Scherer sebagai Generalleutnant (setingkat Mayor Jenderal kalau di Indonesia)

Masih foto yang di atas tapi kali ini telah mendapat pewarnaan dengan menggunakan Adobe Photoshop oleh Alex K.

Sebenarnya militer Jerman terkenal akan kedisiplinannya yang selalu rapi dalam segala hal, termasuk penampilan. Sebisa mungkin seorang tentara harus klimis dijauhkan dari cambang, jenggot dan sebangsanya. Tapi ini bukanlah sesuatu yang baku, karena pengecualian selalu saja dapat terjadi, terutama bagi orang-orang yang dianggap sebagai pahlawan perang seperti halnya Theodor Scherer

Theodor Scherer dalam pengepungan kedua yang dialaminya, kali ini di Velikije Luki (20 November 1942 - 16 Januari 1943)

Masih dalam pengepungan di Velikije Luki. Tetap bergembira walaupun sewaktu-waktu pasukan Rusia bisa saja menerobos masuk!

Theodor Scherer bersama dengan komandannya, Generalleutnant Otto Wöhler (kedua dari kanan, pangkat terakhir General der Infanterie). Foto ini dan dua foto sebelumnya diambil dari album foto perwira yang berdiri di sebelah kiri yang merupakan veteran Afrika dan peraih Deutsches Kreuz in Gold


Generalleutnant Theodor Scherer (Kommandeur 83. Infanterie-Division) bersama dengan Pakgeschützführer Ritterkreuzträger Unteroffizier Werner Wrangel dari Panzerjäger-Abteilung 183 / 83.Infanterie-Division) di Velikije Luki, Rusia, tanggal 26 November 1943. Ritterkreuz yang tergantung di leher Wrangel (kanan) didapatkannya tanggal 8 Februari 1943 saat dia menghancurkan tidak kurang dari 17 tank Soviet yang menyerang posisinya dalam pertempuran malam hari di barat-daya Toropets dengan hanya mengandalkan sebuah meriam anti-tank 4,7 cm mittlere Panzerabwehrkanone 36(t) L/43,4 di atas bukit yang membeku di tengah badai salju dengan suhu minus 25ºC! Dia menembak terus sampai meriamnya macet dan seantero awaknya terluka. Tidak menyerah, ditariknya rekan-rekan dari unit infanteri untuk menggantikan mereka, dan ini pun tak lama bertumbangan pula! Usahanya ternyata tidak sia-sia dan serangan masif musuh mandek sehingga menghindarkan Kampfgruppe Scherer dari pengepungan. Begitu besarnya jasa Wrangel sehingga dia diganjar tidak hanya satu tapi empat medali sekaligus (yang tak ada bandingannya dalam sejarah Wehrmacht!): Infanterie-Sturmabzeichen, Eisernes Kreuzes II.Klasse dan I.Klasse, serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes!

Theodor Scherer di Front Timur. Yang paling saya suka di foto ini adalah perpaduan seragamnya yang menawan: topi dengan goggle, jas, dan celana berbahan jahit kualitas tinggi!

Theodor Scherer bersama dengan ibu tercinta. Itu cangklong nggak lepas-lepas!

Lukisan Theodor Scherer yang disandingkan dengan dua orang jenderal Jerman terkemuka lainnya, Heinrich Eberbach (jenderal panzer berwajah cacat) dan Fritz Bayerlein (Kepala Staff Rommel di Afrika Utara)


Buku tentang pengepungan Kholm yang memajang Theodor Scherer sebagai sampulnya. Buku ini berjudul "Besieged: The Epic Battle for Cholm" karya Jason D. Mark dan bisa didapatkan DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Theodor Scherer dilahirkan pada tanggal 17 September 1889 di Höchstädt, dari ayah seorang kepala sekolah Bavaria.

Dia masuk tentara pada tahun 1910, dan bertugas di berbagai detasemen senapan mesin dalam Perang Dunia I. Setelah itu, Scherer melanjutkan karirnya sebagai perwira polisi sebelum masuk kembali ketentaraan pada tahun 1935 dengan pangkat Oberstleutnant.
Pada tahun 1940 dia diserahi komando untuk menjadi komandan Infanterie-Regiment 507 yang baru dibentuk, dan yang dia pimpin sepanjang berlangsungnya serangan Jerman ke Belanda, Belgia dan Prancis.

Pada bulan Oktober 1941, Scherer dipilih untuk memimpin Security Division 281 (tak diragukan lagi karena pengalamannya sebagai polisi di masa lalu). Divisi Keamanan ini bukanlah formasi tempur garis depan seperti divisi lainnya, melainkan satuan yang dipersenjatai ringan dengan tugas untuk menjamin keamanan di wilayah-wilayah yang telah diduduki oleh pasukan Jerman, yang kadangkala masih direcoki oleh aksi gerilya para Partisan atau tentara Merah yang menyusup masuk. Meskipun bisa dibilang bahwa Scherer memimpin unit yang bukanlah "pinilih", tapi dia memimpinnya pada waktu dan tempat yang tepat, yaitu ketika pasukan Rusia melancarkan serangan balik yang mengejutkan di musim dingin tahun 1941/1942. Disinilah Theodor Scherer mendapatkan kemasyhurannya!
Sebelum mengetahui seperti apa kepahlawanan jenderal satu ini, mari saya perkenalkan anda kepada sebuah kota kecil di Sungai Loat yang bernama Cholm. Kota ini merupakan salah satu dari sedikit wilayah disana yang berlokasi di daratan keras, dan bisa dikatakan begitu berbeda dengan kondisi berawa-rawa di sekitarnya. Pada bulan Januari 1942 wilayah tersebut mendapat tekanan hebat dari serangan balik Soviet. Begitu dahsyatnya serangan yang bagai air bah ini, sehingga hanya tinggal menyisakan perimeter sepanjang satu mil yang masih berada di tangan Wehrmacht! Tak usah dikatakan lagi, pada tanggal 21 Januari kota tersebut telah lengkap dikepung dari segenap penjuru. Terjebak dalam kepungan adalah beberapa unit yang anggotanya sudah tercerai berai, di antaranya elemen-elemen dari dua resimen infanteri, sebuah batalion dari resimen darat Luftwaffe, sebuah batalion cadangan polisi, unit transportasi, staff markas Scherer, dan bahkan beberapa anggota dari patroli perahu sungai Angkatan Laut! Totalnya ada sekitar 5.500 orang yang terkepung.

Pada awalnya, Kampfgruppe (Grup Tempur) Scherer ini tidak mempunyai senjata anti-tank sama sekali, dan pemboman artileri musuh yang tanpa henti membuat sebagian besar rumah di kota Cholm hancur menjadi puing-puing dengan meninggalkan pasukan Jerman yang merana tak mempunyai tempat berteduh dari musim dingin Rusia yang terkenal amit-amit gerahnya (WTF?). Kurangnya perlindungan juga membuat para sniper Rusia leluasa menghabisi prajurit Jerman yang naas setiap harinya. Untungnya bagi Scherer, Pasukan Soviet yang mengepungnya bukanlah pasukan yang fleksibel dan taktik mereka begitu monotonnya sesuai dengan textbook. Akibatnya, pihak Jerman dapat memperkirakan secara akurat kapan dan dimana serangan terbaru lawan mereka akan dilancarkan. Hal ini juga membuat Scherer mampu mengalokasikan pasukannya yang berjumlah minim sesuai dengan kebutuhan, dengan memperkuat pertahanan di tempat-tempat dimana pasukan Rusia akan menyerang. Hal penting lainnya adalah bahwa Scherer juga mampu menjalin hubungan radio dengan pasukan Jerman di luar kantong kepungan, yang sangat membantunya dalam hal dukungan tembakan artileri dan pemboman dari udara.

Meskipun begitu, kekuatan jumlah pasukan membuat pengepungan yang dilancarkan oleh Soviet makin mengetat, dan mereka berhasil menguasai tempat berpijak penting yang berada di bagian terluar Cholm sebelah timur. Penyergapan segera dipersiapkan, dan seiring dengan gerak maju pasukan Soviet melalui jalanan sempit yang tak dapat dilintasi oleh barisan tank pendukung, mereka mendapat kejutan yang mengerikan ketika tiba-tiba rentetan tembakan dan artileri Jerman yang datang dari tempat yang tersembunyi menghujani posisi mereka tanpa ampun. Tak kuat menahan, pasukan Soviet pun cerai berai mundur kembali!

Akhirnya, pada tanggal 5 Mei 1942, datang pasukan pembebas yang berhasil menerobos masuk garnisun Cholm dengan mendapat dukungan penuh artileri dan pesawat-pesawat pembom tukik Stuka. Saat itu, anak buah Scherer tinggal berjumlah 1.200 orang saja yang masih mampu untuk berjibaku! Apakah anda akan terkesima, bila saya katakan bahwa dalam 107 hari jenderal kita dan prajurit-prajuritnya yang pantang menyerah ini telah berhasil mempertahankan posisi mereka yang seuprit, dan menggagalkan tidak kurang dari 2.000 usaha percobaan Tentara Merah untuk menguasai kota, yang datang menghambur dengan serangan-serangan sporadis mereka! SARAAAAP....

Tentu saja aksi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja tanpa mendapatkan penghargaan yang selayaknya, dan Scherer pun dengan terkejut menerima kabar bahwa ia dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz pada tanggal 20 Februari 1942 (ketika kepungan Rusia masih berlangsung). Tidak hanya itu saja, Hitler begitu kagum atas kegigihan pasukan Jerman yang bertahan di Cholm sehingga ia memerintahkan untuk dibuat 'Cholm Shield' sebagai penghormatan bagi kepahlawanan mereka. Setelah pada akhirnya Scherer dan anak buahnya berhasil dilepaskan dari jepitan Rusia, bertambah lagi medali yang diterimanya yaitu Eichenlaub.

Penghargaan tersebut rencananya akan diberikan langsung oleh Hitler di markas besarnya, sehingga Scherer pun mendapat cuti hamil. Untuk menggantikan posisinya, pada bulan Juni 1942 diangkatlah Generalmajor Wilhelm-Hunold von Stockhausen sebagai komandan Security Division 281. Pada bulan September tahun yang sama Scherer diangkat menjadi komandan 34. Infanterie-Division. Dia dipromosikan menjadi Generalleutnant pada tanggal 1 November 1942, dan keesokan harinya dipindah-tugaskan menjadi komandan 83. Infanterie-Division menggantikan Generalmajor Adolf Sinzinger. Pasukannya ditempatkan di Velikije Luki yang berada di sayap kiri Heeresgruppe Mitte, dengan sedikit kontak dengan unit-unit Jerman di sayap lainnya. Friedrich Hochbaum menggantikan posisinya sebagai komandan 34. Infanterie-Division.

Baru saja Scherer menduduki jabatannya sebagai komandan 83. Infanterie-Division, Third Shock Army Rusia tiba-tiba menyerbu. Untuk kedua kalinya Scherer harus mengalami dikurung oleh musuh ketika pasukan Rusia melewati posisinya dan melengkapi pengepungan pada tanggal 20 November 1942. Sekitar 7.500 tentara Jerman kini terperangkap di Velikije Luki. General der Infanterie Kurt von der Chevallerie dari LIX Armeekorps dipercaya untuk memimpin operasi penyelamatan, hanya saja dia tidak mempunyai cukup pasukan untuk melaksanakannya. Di lain pihak, OKH memerintahkan Heeresgruppe Nord untuk membebaskan kota dimana Scherer terkepung, tapi usaha mereka yang diujungtombaki oleh 8. Panzer-Division di bawah pimpinan Erich Brandenberger berakhir dengan kegagalan dua hari kemudian.

Tidak menyerah, usaha pembebasan ketiga dilakukan oleh 20. Infanterie-Division (Motorisiert) pimpinan Generalmajor Erich Jaschke, dibantu oleh 291. Infanterie-Division (Generalmajor Werner Goeritz) dan sisa-sisa divisi Scherer yang berada di luar kantong pengepungan (semuanya di bawah pimpinan Jaschke). Pasukan gabungan ini mendapat support dari 331. Infanterie-Division (Generalmajor Franz Beyer) ditambah elemen-elemen pendukung yang berada di bawah komando Chef des Generalstabes dari Heeresgruppe Mitte, Generalleutnant Otto Wöhler. Serangan gabungan ini terhenti oleh kengototan pertahanan pasukan Rusia pada tanggal 12 Desember 1942. Para prajurit Jerman yang bertahan di Velikije Luki kini berada dalam situasi kritis, setelah Soviet memecah mereka menjadi tiga kantong terpisah. Apakah kemudian Scherer memilih untuk mengangkat tangannya dan mengibarkan bendera putih? Ternyata tidak sodara-sodara! Scherer tetaplah seorang jenderal yang pantang menyerah, dan ia bertahan mati-matian selama empat minggu sebelum akhirnya datang bantuan dari sebuah Kampfgruppe. Sayangnya, ujung-ujungnya pasukan bantuan ini pun ikut terkepung tidak bisa keluar! Daya tahan pun ada batasnya, dan akhirnya kota yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Jerman ini jatuh juga ke tangan Rusia pada tanggal 16 Januari 1943 dengan hanya menyisakan kurang dari 200 orang yang berhasil menyelamatkan diri dan sampai ke posisi tentara Jerman di luar!

83. Infanterie-Division terlibat terus menerus dalam usaha pertahanan diri dari serangan Rusia di bawah Heeresgruppe Mitte selama sebagian terbesar tahun 1943, sampai akhirnya kemudian dipindahkan ke Heeresgruppe Nord di musim gugur. Mereka ditempatkan di Front Leningrad pada awal tahun 1944. Generalmajor Wilhelm Heun menggantikan Theodor Scherer secara sementara di bulan Januari 1944, sebelum kemudian menggantikannya secara permanen di bulan April tahun yang sama.

Pada pertengahan April 1944 Scherer ditunjuk untuk menjadi Inspektor des Küstenschutzes beim Wehrmachtsbefehlshaber Ostland (Inspektur Pertahanan Pantai di Ostland) di bawah perintah dari Militärbefehlshaber, General der Panzertruppe Werner Kempf.

Pada pertengahan April tahun 1945, Scherer dipindahkan dari posisinya sebagai staff perwira senior di 4. Panzer-Armee untuk mengambil alih komando pertahanan garis sungai Schwarzen Elster di dekat Elbe (yang dipertahankan oleh XLVIII Panzer-Korps di bawah pimpinan General der Panzertruppe Maximilian Reichsfreiherr von Edelsheim) dalam menghadapi musuh lamanya pasukan Rusia. Dia kemudian bertanggungjawab di sektor selatan Elbe, tetap di bawah perintah dari Edelsheim. Jabatan ini dipegangnya sampai akhir perang.

Theodor Scherer meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 1951 di usianya yang ke-61 tahun dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di Ludwigsburg.


Sumber :
Buku "German Commanders of World War II" terbitan Osprey Publishing
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.militaria321.com
www.norgeslexi.no

www.rommel-lebt.com
www.sammler.ru
www.wehrmacht-awards.com